Ads-Banner Header

Tampilkan postingan dengan label Baja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baja. Tampilkan semua postingan

07 Juni 2013

ebook - Perencanaan Struktur Baja Dengan Metode LRFD (Berdasarkan SNI 03-1729-2002)

Perencanaan Struktur Baja Dengan Metode LRFD (Berdasarkan SNI 03-1729-2002) | Agus Setiawan | Penerbit Erlangga | 2008 | Bahasa Indonesia | 340 p | pdf | 19.7 MB | ISBN: 978-979-033-478-6 | Dalam buku ini, dibahasa mengenai konsep dasar LRFD, pengenalan material baja, batang tarik dan tekan, sambungan (baut dan las), komponen struktur balok-kolom, komponen struktur komposit serta jenis-jenis sambungan pada konstruksi bangunan baja.
ebook - Perencanaan Struktur Baja Dengan Metode LRFD (Berdasarkan SNI 03-1729-2002)
Judul Buku
:
Perencanaan Struktur Baja Dengan Metode LRFD (Berdasarkan SNI 03-1729-2002)
Penulis
:
Agus Setiawan
Penerbit
:
Penerbit Erlangga
Tahun
:
2008
Bahasa
:
Bahasa Indonesia
Bahasa
:
340 hal
Format File
:
pdf
Ukuran File
:
19.7 MB
PRAKATA
Metode ASD (Allowable Stress Design) dalam struktur baja telah cukup lama digunakan, namun beberapa tahun terakhir metode desain dalam struktur baja mulai beralih ke metode lain yang lebih rasional, yakni metode LRFD (Load Resistance and Factor Design). Metode ini didasarkan pada ilmu probabilitas, sehingga dapat mengantisipasi segala ketidakpastian dari material maupun beban. Oleh karena itu, metode LRFD ini dianggap cukup andal. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI 1987) telah diganti dengan Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung, SNI 03-1729-2002 yang berbasis pada metode LRFD.
Buku ini mencoba memberikan penjelasan mengenai perencanaan struktur baja dengan menggunakan konsep LRFD tersebut. Dalam perencanaan struktur baja metode LRFD yang digunakan dalam buku ini, semuanya berpedoman pada SNI 03-1729-2002 yang telah disebutkan sebelumnya.
Dalam buku ini, dibahasa mengenai konsep dasar LRFD, pengenalan material baja, batang tarik dan tekan, sambungan (baut dan las), komponen struktur balok-kolom, komponen struktur komposit serta jenis-jenis sambungan pada konstruksi bangunan baja.
Selain dapat digunakan oleh mahasiswa Teknik Sipil, buku ini juga dapat dijadikan pedoman perencanaan bagi konsultan maupun praktisi yng berkecimpung di dunia struktur baja.
DAFTAR ISI

Prakata

Daftar Isi

Bab 1 PENDAHULUAN

1.1.   Perencanaan Struktur

1.2.   Beban

1.3.   Konsep Dasar LRFD

1.4.   Peluang Kegagalan

1.5.   Indeks Keandalan

1.6.   Desain LRFD Struktur Baja

Bab 2 MATERIAL BAJA DAN SIFAT-SIFATNYA

2.1    Sejarah Penggunaan Material Baja

2.2    Material Baja

2.3    Sifat-sifat Mekanik Baja

2.4    Keuletan Baja

2.5    Tegangan Multiaksial

2.6    Perilaku Baja pada Temperatur Tinggi

2.7    Pengerjaan Dingin dan Penguatan Regangan

2.8    Keruntuhan Getas

2.9    Sobekan Lamelar

2.10  Keruntuhan Leleh

Bab 3 BATANG TARIK

3.1    Pendahuluan

3.2    Tahanan Nominal

3.3    Luas Netto

3.4    Efek Lubang Berselang-Seling pada Luas Netto

3.5    Luas Netto Efektif

3.6    Geser Blok (Block Shear)

3.7    Kelangsingan Struktur Tarik

3.8    Transfer Gaya Pada Sambungan

Bab 4 BATANG TEKAN

4.1   Pendahuluan

4.2   Teknik Elastik Euler

4.3   Kekuatan Kolom

4.4   Pengaruh Tegangan Sisa

4.5   Kurva Kekuatan Kolom Akibat Tegangan Sisa

4.6   Tahanan Tekan Nominal

4.7   Panjang Tekuk

4.8   Masalah Tekuk Lokal

4.9   Komponen Struktur Tekan Tersusun

4.10 Tekuk Torsi dan Tekuk Lentur Torsi

Bab 5 KOMPONEN STRUKTUR LENTUR

5.1   Pendahuluan

5.2   Lentur Sederhana Profil Simetris

5.3   Perilaku Balok Terkekang Lateral

5.4   Desain Balok Terkekang Lateral

5.5   Lendutan Balok

5.6   Geser pada Penampang Gilas

5.7   Beban Terpusat Pada Balok

5.8   Teori Umum Lentur

Bab 6 SAMBUNGAN BAUT

6.1   Pendahuluan

6.2   Tahanan Nominal Baut

6.3   Geser Eksentris

6.4   Kombinasi Geser dan Tarik

6.5   Sambungan yang Mengalami Beban Tarik Aksial

6.6   Geser dan Tarik Akibat Beban Eksentris

Bab 7 SAMBUNGAN LAS

7.1   Pendahuluan

7.2   Jenis-jenis Sambungan

7.3   Jenis-jenis Las

7.4   Pembatasan Ukuran Sudut Las

7.5   Luas Efektif Las

7.6   Tahanan Nominal Sambungan Las

7.7   Geser Eksentris-Metode Elastik

7.8   Geser Eksentris-Metode Plastis

7.9   Beban Eksentris Normal pada Bidang Las

Bab 8 TORSI

8.1   Pendahuluan

8.2   Torsi Murni pada Penampang Homogen

8.3   Pusat Geser (Shear Center )

8.4   Tegangan Puntir Pada Profil I

8.5   Analogi Torsi dengan Lentur

Bab 9 TEKUK TORSI LATERAL

9.1   Pendahuluan

9.2   Perilaku Balok I Akibat Beban Momen Seragam

9.3   Tekuk Torsi Lateral Elastis

9.4   Tekuk Torsi Inelastis

9.5   Desain LRFD Balok I

9.6   Lentur Dua Arah

Bab 10 BALOK PELAT BERDINDING PENUH (PELAT GIRDER )

10.1   Pendahuluan

10.2   Persyaratan Balok Pelat Berdinding Penuh

10.3   Kuat Momen Nominal Balok Pelat Berdinding Penuh

10.4   Kuat Geser Nominal

10.5   Kuat Geser Nominal dengan Pengaruh Aksi Medan Tarik

10.6   Interaksi Geser dan Lentur

10.7   Pengaku Vertikal

10.8   Pengaku Penahan Gaya Tumpu

10.9   Desain Balok Pelat Berdinding Penuh

Bab 11 BALOK KOLOM

11.1   Pendahuluan

11.2   Persamaan Differensial untuk Kombinasi Gaya Aksial dan Lentur

11.3   Faktor Perbesaran Momen

11.4   Desain LRFD Komponen Struktur Balok-Kolom

11.5   Perbesaran Momen untuk Struktur Tak Bergoyang

11.6   Perbesaran Momen untuk Struktur Bergoyang

11.7   Tekuk Lokal Web pada Komponen Struktur Balok-Kolom

Bab 12 KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT

12.1   Struktur Komposit

12.2   Tegangan Elastis dalam Balok Komposit

12.3   Lebar Efektif Balok Komposit

12.4   Sistem Pelaksanaan Komponen Struktur Komposit

12.5   Kuat Lentur Nominal

12.6   Penghubung Geser

12.7   Balok Komposit pada Daerah Momen Negatif

12.8   Lendutan

12.9   Dek Baja Gelombang

12.10 Kolom Komposit

Bab 13 SAMBUNGAN PADA KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG

13.1   Sambungan Balok Induk dengan Balok Anak

13.2   Sambungan Balok-Kolom

13.3   Sambungan Balok-Kolom Diperkaku

13.4   Sambungan Penahan Momen

13.5   Sambungan Balok-Kolom dengan Pengaku

LAMPIRAN

JAWABAN SOAL LATIHAN

DAFTAR PUSTAKA

INDEKS

password: civiliana.blogspot.com

30 Juli 2012

ebook - Panduan Konsumen Memilih Konstruksi Baja Ringan

Panduan Konsumen Memilih Konstruksi Baja Ringan | Agustinus Wicaksono | ANDI OFFSET | 2011 | Bahasa Indonesia | 50 h | pdf | 4.88 MB | ISBN : 978-979-29-2651-4 | Buku ini mengupas konstruksi atap baja ringan secara mendetail untuk memberikan pengetahuan kepada konsumen tentang kualitas konstruksi atap baja ringan tanpa memihak pada produsen (fabricator/aplikator). Kualitas merupakan faktor utama dalam memilih, tetapi pilihan untuk menggunakan merek tertentu tetap merupakan hak mutlak konsumen yang tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor.
ebook - Panduan Konsumen Memilih Konstruksi Baja Ringan
Judul Buku
:
Panduan Konsumen Memilih Konstruksi Baja Ringan
Penulis
:
Agustinus Wicaksono
Penerbit
:
ANDI OFFSET
Tahun
:
2011
Bahasa
:
Bahasa Indonesia
Halaman
:
50 h
Format File
:
pdf
Ukuran File
:
4.88 MB
Konstruksi rangka atap baja ringan kini sudah mulai menjadi pilihan utama untuk digunakan pada atap rumah. Peralihan dari material kayu ke material baja ringan tidak serta merta terjadi dalam waktu singkat. Kebanyakan orang Indonesia masih awam terhadap material baja ringan yang barn diperkenalkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini.
Edukasi terhadap masyarakat umum sebagai konsumen kerap dilakukan oleh produsen konstruksi untuk memperkenalkan standar konstruksi rangka atap baja ringan yang berbeda dengan konstruksi baja berat (kanal C atau IWF). Standar keamanan yang merupakan faktor utama dalam bidang konstruksi sangat penting untuk diketahui karena seringkali konsumen menilai suatu konstruksi hanya secara visual.
Buku ini mengupas konstruksi atap baja ringan secara mendetail untuk memberikan pengetahuan kepada konsumen tentang kualitas konstruksi atap baja ringan tanpa memihak pada produsen (fabricator/aplikator). Kualitas merupakan faktor utama dalam memilih, tetapi pilihan untuk menggunakan merek tertentu tetap merupakan hak mutlak konsumen yang tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor.
DAFTAR ISI
Prakata
Daftar Isi

Bab I
Pendahuluan

Bab II
Spesifikasi Material

2.1.
Material Dasar Baja Ringan
2.2.
Standar Kualitas
2.3.
Bentuk Profil Baja Ringan
2.4.
Ukuran Profil Baja Ringan
2.5.
Alat Sambung

Bab III
Desain Konstruksi

3.1.
Variabel Desain
3.2.
Alat Bantu Desain
3.3.
Proses Pemasangan
3.4.
Gambar Kerja
3.5.
Durasi Kerja
3.6.
Tukang
3.7.
Alat Kerja

Bab IV
Harga

4.1.
Variabel Penentu Harga
4.2.
Harga di Pasaran

Bab V
Garansi

5.1.
Anti Karat
5.2.
Konstruksi

Bab VI
Penutup

Lampiran

16 Juni 2012

Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung [SNI 03-1729-2002]

Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung [SNI 03-1729-2002] | Tim Penyusun | Departemen Pekerjaan Umum | 2002 | Bahasa Indonesia | 215 h | pdf | 2.22 MB | Tujuan tata cara ini adalah untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman, dan ekonomis. Standar ini meliputi persyaratan-persyaratan umum serta ketentuan-ketentuan teknis perencanaan dan pelaksanaan struktur baja untuk bangunan gedung, atau struktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur gedung.
Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung [SNI 03-1729-2002]
Judul Buku
:
Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung [SNI 03-1729-2002]
Penulis
:
Tim Penyusun
Penerbit
:
Departemen Pekerjaan Umum
Tahun
:
2002
Bahasa
:
Bahasa Indonesia
Halaman
:
215 h
Format File
:
pdf
Ukuran File
:
2.22 MB
Maksud Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung ini adalah sebagai acuan bagi para perencana dan pelaksana dalam melakukan pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan struktur baja.
Tujuan tata cara ini adalah untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman, dan ekonomis.
Standar ini meliputi persyaratan-persyaratan umum serta ketentuan-ketentuan teknis perencanaan dan pelaksanaan struktur baja untuk bangunan gedung, atau struktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur gedung.
Tata cara ini mencakup:
  1. ketentuan-ketentuan minimum untuk merencanakan, fabrikasi, mendirikan bangunan, dan modifikasi atau renovasi pekerjaan struktur baja, sesuai dengan metode perencanaan keadaan batas;
  2. perencanaan struktur bangunan gedung atau struktur lainnya, termasuk keran yang terbuat dari baja;
  3. struktur dan material bangunan berikut :
    1. komponen struktur baja, dengan tebal lebih dari 3 mm;
    2. tegangan leleh ( fy ) komponen struktur kurang dari 450 MPa;
Komponen struktur canai dingin harus direncanakan sesuai dengan ketentuan lain yang berlaku. Bangunan-bangunan yang tidak dicakup dalam 1, 2, dan 3 di atas direncanakan dengan ketentuan lain yang berlaku.
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL

1.
MAKSUD DAN TUJUAN

1.1.
Maksud
1.2.
Tujuan

2.
RUANG LINGKUP DAN UMUM

3.
ACUAN DAN PERSYARATAN-PERSYARATAN

3.1.
Standar Nasional Indonesia
3.2.
Persyaratan-persyaratan

4.
PENGERTIAN

4.1.
Penggunaan material atau metode alternatif
4.2.
Perencanaan

5.
MATERIAL

5.1.
Sifat mekanis baja
5.2.
Baja struktural
5.3.
Alat sambung

6.
PERSYARATAN UMUM PERENCANAAN

6.1.
Ketentuan umum
6.2.
Beban-beban dan aksi lainnya
6.3.
Keadaan kekuatan batas
6.4.
Keadaan kemampuan-layan batas
6.5.
Keadaan kekuatan dan kemampuan-layan batas dengan percobaan beban
6.6.
Kebakaran
6.7.
Gempa
6.8.
Persyaratan perencanaan lainnya

7.
BEBERAPA METODE DALAM ANALISIS STRUKTUR

7.1.
Beberapa metode dalam penentuan gaya-dalam
7.2.
Bentuk-bentuk struktur pada analisis struktur
7.3.
Anggapan dalam analisis
7.4.
Analisis elastis
7.5.
Analisis plastis
7.6.
Analisis tekuk komponen struktur

8.
KOMPONEN STRUKTUR LENTUR

8.1.
Perencanaan untuk lentur
8.2.
Kuat nominal lentur penampang dengan pengaruh tekuk lokal
8.3.
Kuat lentur nominal penampang dengan pengaruh tekuk lateral
8.4.
Kuat lentur nominal balok pelat berdinding penuh
8.5.
Kasus-kasus lain
8.6.
Pelat badan
8.7.
Perencanaan pelat badan
8.8.
Kuat geser pelat badan
8.9.
Interaksi geser dan lentur
8.10.
Gaya tekan tumpu
8.11.
Perencanaan pengaku penumpu beban
8.12.
Perencanaan pengaku vertikal
8.13.
Perencanaan pengaku memanjang
8.14.
Daerah panel
8.15.
Pengekang lateral

9.
KOMPONEN STRUKTUR TEKAN

9.1.
Perencanaan akibat gaya tekan
9.2.
Kuat tekan rencana akibat tekuk lentur-torsi
9.3.
Komponen struktur tersusun prismatis dengan elemen yang dihubungkan oleh pelat melintang dan memikul gaya sentris
9.4.
Komponen struktur tersusun prismatis dengan elemen yang dihubungkan oleh unsur diagonal dan memikul gaya sentris
9.5.
Komponen struktur tersusun yang tidak mempunyai sumbu bahan
9.6.
Komponen struktur tersusun yang jarak antaranya sama dengan tebal pelat kopel
9.7.
Komponen struktur tak-prismatis dengan gaya tekan sentris
9.8.
Komponen struktur tekan pada struktur rangka batang bidang
9.9.
Kolom pada bangunan portal

10.
KOMPONEN STRUKTUR YANG MENGALAMI GAYA TARIK AKSIAL

10.1.
Kuat tarik rencana
10.2.
Penampang efektif
10.3.
Komponen struktur tersusun dari dua buah profil atau lebih
10.4.
Komponen struktur tarik dengan sambungan pen

11.
KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT

11.1.
Umum
11.2.
Gaya dan momen terfaktor
11.3.
Komponen struktur dengan penampang simetris yang mengalami momen lentur dan gaya aksial
11.4.
Komponen struktur dengan penampang tak-simetris, dan komponen struktur yang mengalami pembebanan torsi dan kombinasi

12.
KETENTUAN PERENCANAAN TAHAN GEMPA UNTUK STRUKTUR BANGUNAN BAJA

12.1.
Ruang lingkup
12.2.
Prinsip-prinsip dasar perencanaan
12.3.
Komponen struktur tekan
12.4.
Komponen struktur lentur
12.5.
Kombinasi tekan dan lentur
12.6.
Penghubung geser
12.7.
Kasus khusus

13.
SAMBUNGAN

13.1.
Umum
13.2.
Perencanaan baut
13.3.
Kelompok baut
13.4.
Tata letak baut
13.5.
Las
13.6.
Kelompok las

14.
KETAHANAN API

14.1.
Umum
14.2.
Beberapa definisi
14.3.
Penentuan periode kelayakan struktural
14.4.
Variasi sifat-sifat mekanis baja terhadap temperatur
14.5.
Penentuan temperatur batas baja
14.6.
Penentuan waktu tercapainya temperatur batas untuk komponen struktur yang terlindung
14.7.
Penentuan waktu tercapainya temperatur batas untuk komponen struktur yang tak-terlindung
14.8.
Penentuan Periode Kelayakan Struktural (PKS) dari suatu pengujian tunggal
14.9.
Kondisi terekspos api tiga-sisi
14.10.
Pertimbangan-pertimbangan khusus

15.
KETENTUAN PERENCANAAN TAHAN GEMPA UNTUK STRUKTUR BANGUNAN BAJA

15.1.
Ketentuan umum
15.2.
Parameter beban gempa
15.3.
Beban, kombinasi beban, dan kuat nominal
15.4.
Simpangan antar lantai
15.5.
Bahan
15.6.
Persyaratan kolom
15.7.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK)
15.8.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Terbatas (SRPMT)
15.9.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Biasa (SRPMB)
15.10.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Batang Pemikul Momen Khusus (SRBPMK)
15.11.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Bresing Konsentrik Khusus (SRBKK)
15.12.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Bresing Konsentrik Biasa (SRBKB)
15.13.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Bresing Eksentrik (SRBE)

16.
PENGGAMBARAN

16.1.
Aturan penggambaran
16.2.
Informasi yang harus ditunjukan pada gambar
16.3.
Penggambaran balok badan terbuka

17.
PABRIKASI

17.1.
Umum
17.2.
Material
17.3.
Prosedur pabrikasi
17.4.
Toleransi

18.
MENDIRIKAN BANGUNAN

18.1.
Umum
18.2.
Prosedur mendirikan bangunan
18.3.
Toleransi
18.4.
Pemeriksaan terhadap sambungan baut
18.5.
Grouting pada tumpuan

19.
PERUBAHAN STRUKTUR YANG SUDAH ADA

19.1.
Umum
19.2.
Material
19.3.
Pembersihan
19.4.
Pengaturan khusus

20.
PENGUJIAN STRUKTUR ATAU KOMPONEN STRUKTUR

20.1.
Umum
20.2.
Definisi
20.3.
Persyaratan pengujian
20.4.
Pengujian pembuktian
20.5.
Pengujian prototipe
20.6.
Laporan pengujian

LAMPIRAN A DAFTAR NOTASI

31 Maret 2012

ebook - Rangka Atap Baja Ringan untuk semua

ebook_rangka_atap_baja_ringan Judul Buku: RANGKA ATAP BAJA RINGAN untuk semua
Pengarang: Iden Wildensyah, M.Si
Penerbit: Alfabeta
Tahun: 2010
Bahasa:Indonesia
Halaman: 60
Format File:pdf
Ukuran File: 7,37 MB

02 Februari 2012

ebook - Pengantar Teknologi Baja

| Pengantar Teknologi Baja | Andi Tenrisukki Tenriajeng | Gunadarma | 1997 | Bahasa Indonesia | 58 pages | pdf | 26,7 MB | Free download ebook - Pengantar Teknologi Baja | Besi dan baja paling banyak dipakai sebagai bahan industri yang merupakan sumber sangat besar, dimana sebagian ditentukan oleh nilai ekonominya, tetapi paling penting karena sifat-sifatnya yang bervariasi. Yaitu bahwa bahan tersebut mempunyai berbagai sifat dari yang paling lunak dan mudah dibuat sampai yang paling keras dan tajam pun untuk pisau pemotong dapat dibuat, atau apa saja dengan bentuk apapun dapat dibuat dengan pengecoran. Dari unsur besi berbagai bentuk struktur logam dapat dibuat, itulah sebabnya mengapa besi dan baja disebut bahan yang kaya dengan sifat-sifat. |
Pengantar Teknologi Baja
Judul Buku
:
Pengantar Teknologi Baja
Penulis
:
Andi Tenrisukki Tenriajeng
Penerbit
:
Gunadarma
Tahun
:
1997
Bahasa
:
Bahasa Indonesia
Halaman
:
58
Format File
:
pdf
Ukuran File
:
26,7 MB
Free download - Pengantar Teknologi Baja. Besi dan baja paling banyak dipakai sebagai bahan industri yang merupakan sumber sangat besar, dimana sebagian ditentukan oleh nilai ekonominya, tetapi paling penting karena sifat-sifatnya yang bervariasi. Yaitu bahwa bahan tersebut mempunyai berbagai sifat dari yang paling lunak dan mudah dibuat sampai yang paling keras dan tajam pun untuk pisau pemotong dapat dibuat, atau apa saja dengan bentuk apapun dapat dibuat dengan pengecoran. Dari unsur besi berbagai bentuk struktur logam dapat dibuat, itulah sebabnya mengapa besi dan baja disebut bahan yang kaya dengan sifat-sifat.
DAFTAR ISI
Daftar Isi
BAB I
BESI DAN BAJA
1.1.
Pendahuluan
1.2.
Struktur Mikro Besi & Baja
1.3.
Baja Karbon Rendah Bentuk Pelat
1.3.1.
Mampu Bentuk Pelat Tipis
1.3.2.
Pemilihan Baja Pelat Tipis dengan Mampu Bentuk Baik
1.4.
Baja Pelat yang Dirol Panas dan Baja Kekuatan Tinggi
1.4.1.
Kekuatan & Keuletan Baja Pada Temperatur Rendah
1.4.2.
Mampu-Las Baja
1.4.3.
Penguatan Baja Untuk Proses Pengelasan
1.4.4.
Mampu Bentuk Baja yang Dirol Panas
1.5.
Penggunaan Baja untuk Kekuatan dan Keuletan
1.5.1.
Kekerasan Baja setelah Dicelup Dingin dan Mampu Keras
1.5.2.
Ketegasan Bemper
1.6.
Baja yang Sifat Utamanya Mempunyai Kekerasan Tinggi
1.6.1.
Baja Pegas
1.6.2.
Baja Bantalan
1.6.3.
Baja Perkakas Dingin
1.6.4.
Baja Perkakas Panas
1.6.5.
Baja Kecepatan Tinggi
1.7.
Baja Kekuatan Sangat Tinggi
1.7.1.
Baja Martensit
1.7.2.
Baja Olah Austenit
1.7.3.
Baja Maraging
1.8.
Baja Tahan Karat
1.8.1.
Pengaruh Unsur-unsur Paduan Pada Ketahanan Karat Besi
1.8.2.
Pemilihan Baja Tahan Karat
BAB II
BAJA DAN SIFAT-SIFATNYA
2.1.
Baja Struktural
2.2.
Kelakuan Tegangan-Regangan (Uji Tarik) Pada Suhu Atmosfir
2.3.
Keliatan dan Kekenyalan
2.4.
Kelakuan Pada Suhu Tinggi
2.5.
Patah Getas
2.6.
Sobekan Lamela
2.7.
Baja Lapuk dan Tahan Karat
BAB III
ALAT LAMBUNG STRUKTURAL
3.1.
Jenis Alat Penyambung
3.2.
Latar Belakang Sejarah Baut Kekuatan Tinggi
3.3.
Faktor yang Menyebabkan Paku Keling Jarang Dipakai
BAB IV
PENGELASAN
4.1.
Pendahuluan dan Sejarah Perkembangan
4.2.
Proses Dasar
4.3.
Kemampuan Dilas dari Baja Struktural
4.4.
Faktor yang Mempengaruhi Mutu Sambungan Las
4.5.
Cacat yang Mungkin Terjadi Pada Las
4.6.
Keuntungan Sambungan dan Penampang Bentukan yang Dilas
Daftar Pustaka
Semoga Bermanfaat
( ==o0o== )

Ads-Banner Side

10 Artikel Populer Minggu Ini :

Ads-Banner Side-2

 

Ads-Banner Footer