Ads-Banner Header

Tampilkan postingan dengan label SNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SNI. Tampilkan semua postingan

07 Agustus 2012

Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung [SNI 03-2847-2002] Dilengkapi Penjelasan [S-2002]

Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung [SNI 03-2847-2002] Dilengkapi Penjelasan [S-2002] | Tim Penyusun Penjelasan : Tim ITS | ITS Press | 2009 | Bahasa Indonesia | 402 h | pdf | 30.11 MB | ISBN : 978-979-8897-20-7 | Penjelasan ini membahas mengenai beberapa pertimbangan didalam penggunaan ketentuan yang termuat didalam "Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI 03-2847-2002)", yang selanjutnya disebut Tata Cara atau Tata Cara SNI. Penjelasan untuk ketentuan-ketentuan yang baru atau ketentuan-ketentuan yang mengalami perubahan yang kemungkinan belum dikenal oleh pengguna Tata Cara ditutamakan dalam buku ini, misalkan tata cara mengenai bahan beton dan ketahanan terhadap gempa. Penjelasan mengenai suatu ketentuan tata cara dilakukan dengan mengacu pada pasal-pasal tata cara yang sesuai. Sebagaimana dijelaskan dalam ACI 318RM-99, penjelasan tidak dimaksudkan untuk menyediakan latar belakang sejarah secara lengkap yang terkait dengan perkembangan Tata Cara SNI. Penjelasan juga tidak ditujukan untuk memberikan ringkasan studi secara detail dan data riset didalam merumuskan Tata Cara seperti halnya yang dipakai oleh ACI Committee didalam merumuskan ketentuan ACI Code. Akan tetapi, referensi untuk beberapa data riset disediakan bagi pengguna yang ingin melakukan studi lebih lanjut mengenai materi latar belakang yang digunakan.
Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung [SNI 03-2847-2002] Dilengkapi Penjelasan [S-2002]
Judul Buku
:
Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung [SNI 03-2847-2002]
Dilengkapi Penjelasan [S-2002]
Penulis
:
Tim Penyusun Penjelasan : Tim ITS
Penerbit
:
ITS Press
Tahun
:
2009
Bahasa
:
Bahasa Indonesia
Halaman
:
402 h
Format File
:
pdf
Ukuran File
:
30.11 MB
Penjelasan ini membahas mengenai beberapa pertimbangan didalam penggunaan ketentuan yang termuat didalam "Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI 03-2847-2002)", yang selanjutnya disebut Tata Cara atau Tata Cara SNI. Penjelasan untuk ketentuan-ketentuan yang baru atau ketentuan-ketentuan yang mengalami perubahan yang kemungkinan belum dikenal oleh pengguna Tata Cara ditutamakan dalam buku ini, misalkan tata cara mengenai bahan beton dan ketahanan terhadap gempa. Penjelasan mengenai suatu ketentuan tata cara dilakukan dengan mengacu pada pasal-pasal tata cara yang sesuai.
Sebagaimana dijelaskan dalam ACI 318RM-99, penjelasan tidak dimaksudkan untuk menyediakan latar belakang sejarah secara lengkap yang terkait dengan perkembangan Tata Cara SNI. Penjelasan juga tidak ditujukan untuk memberikan ringkasan studi secara detail dan data riset didalam merumuskan Tata Cara seperti halnya yang dipakai oleh ACI Committee didalam merumuskan ketentuan ACI Code. Akan tetapi, referensi untuk beberapa data riset disediakan bagi pengguna yang ingin melakukan studi lebih lanjut mengenai materi latar belakang yang digunakan.
Seperti halnya Tata Cara SNI, penjelasan juga mengacu seluruhnya pada ACI 318M-99 dan ACI 318M-02. Oleh karena itu, validitasnya bisa diakui dan diterima sebagai penjelasan bagi Tata Cara SNI. Selain itu, penjelasan juga mengacu pada dokumen-dokumen lainnya, seperti SNI lainnya, ASTM, ANSI/AWS serta AASHTO, yang memberikan persyaratan tambahan untuk Tata Cara. Akan tetapi, dokumen-dokumen tersebut serta penjelasan bukan merupakan bagian dari Tata Cara.
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL TATA CARA
DAFTAR GAMBAR TATA CARA
DAFTAR GAMBAR PENJELASAN

PASAL 1   — RUANG LINGKUP

PASAL 2   — ACUAN NORMATIF

PASAL 3   — ISTILAH DAN DEFINISI

PASAL 4   — PERSYARATAN-PERSYARATAN

PASAL 5   — BAHAN

PASAL 6   — PERSYARATAN KEAWETAN BETON

PASAL 7   — KUALITAS, PENCAMPURAN, DAN PENGECORAN

PASAL 8   — CETAKAN, PIPA TERTANAM, DAN SIAR PELAKSANAAN

PASAL 9   — DETAIL PENULANGAN

PASAL 10 — ANALISIS DAN PERENCANAAN

PASAL 11 — KETENTUAN MENGENAI KEKUATAN DAN KEMAMPUAN LAYAN

PASAL 12 — BEBAN LENTUR DAN AKSIAL

PASAL 13 — GESER DAN PUNTIR

PASAL 14 — PENYALURAN DAN PENYAMBUNGAN TULANGAN

PASAL 15 — SISTEM PELAT DUA ARAH

PASAL 16 — DINDING

PASAL 17 — FONDASI TELAPAK

PASAL 18 — BETON PRACETAK

PASAL 19 — KOMPONEN STRUKTUR LENTUR BETON KOMPOSIT

PASAL 20 — BETON PRATEGANG

PASAL 21 — KOMPONEN STRUKTUR CANGKANG DAN PELAT LIPAT

PASAL 22 — EVALUASI KEKUATAN STRUKTUR YANG TELAH BERDIRI

PASAL 23 — KETENTUAN KHUSUS UNTUK PERENCANAAN GEMPA

PASAL 24 — BETON POLOS STRUKTURAL

PASAL 25 — METODE DESAIN ALTERNATIF

DAFTAR REFERENSI PENJELASAN
LAMPIRAN A — DAFTAR NOTASI
LAMPIRAN B — INFORMASI TULANGAN BAJA
INDEKS

17 Juni 2012

Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung [SNI-1726-2002]

Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung [SNI-1726-2002] | Tim Penyusun | Puslitbang PU | 2002 | Bahasa Indonesia | 69 h | pdf | 336.6 KB | Standar ini dimaksudkan sebagai pengganti Standar Nasional Indonesia SNI 03-1726-1989 dan untuk selanjutnya menjadi persyaratan minimum perencanaan ketahanan gempa untuk struktur gedung, kecuali untuk struktur bangunan yang ditentukan dalam Pasal 1.2. Syarat-syarat perencanaan struktur gedung tahan gempa yang ditetapkan dalam Standar ini tidak berlaku untuk bangunan sebagai berikut : - Gedung dengan sistem struktur yang tidak umum atau yang masih memerlukan pembuktian tentang kelayakannya; - Gedung dengan sistem isolasi landasan (base isolation) untuk meredam pengaruh gempa terhadap struktur atas; - Bangunan Teknik Sipil seperti jembatan, bangunan air, dinding dan dermaga pelabuhan, anjungan lepas pantai dan bangunan non-gedung lainnya; - Rumah tinggal satu tingkat dan gedung-gedung non-teknis lainnya. Standar ini bertujuan agar struktur gedung yang ketahanan gempanya direncanakan menurut Standar ini dapat berfungsi : - menghindari terjadinya korban jiwa manusia oleh runtuhnya gedung akibat gempa yang kuat; - membatasi kerusakan gedung akibat gempa ringan sampai sedang, sehingga masih dapat diperbaiki; - membatasi ketidaknyamanan penghunian bagi penghuni gedung ketika terjadi gempa ringan sampai sedang; - mempertahankan setiap saat layanan vital dari fungsi gedung.
Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung [SNI-1726-2002]
Judul Buku
:
Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung [SNI-1726-2002]
Penulis
:
Tim Penyusun
Penerbit
:
Puslitbang PU
Tahun
:
2002
Bahasa
:
Bahasa Indonesia
Halaman
:
69 h
Format File
:
pdf
Ukuran File
:
336.6 KB
Standar ini dimaksudkan sebagai pengganti Standar Nasional Indonesia SNI 03-1726-1989 dan untuk selanjutnya menjadi persyaratan minimum perencanaan ketahanan gempa untuk struktur gedung, kecuali untuk struktur bangunan yang ditentukan dalam Pasal 1.2.
Syarat-syarat perencanaan struktur gedung tahan gempa yang ditetapkan dalam Standar ini tidak berlaku untuk bangunan sebagai berikut :
  • Gedung dengan sistem struktur yang tidak umum atau yang masih memerlukan pembuktian tentang kelayakannya.
  • Gedung dengan sistem isolasi landasan (base isolation) untuk meredam pengaruh gempa terhadap struktur atas.
  • Bangunan Teknik Sipil seperti jembatan, bangunan air, dinding dan dermaga pelabuhan, anjungan lepas pantai dan bangunan non-gedung lainnya.
  • Rumah tinggal satu tingkat dan gedung-gedung non-teknis lainnya.
Standar ini bertujuan agar struktur gedung yang ketahanan gempanya direncanakan menurut Standar ini dapat berfungsi :
  • menghindari terjadinya korban jiwa manusia oleh runtuhnya gedung akibat gempa yang kuat;
  • membatasi kerusakan gedung akibat gempa ringan sampai sedang, sehingga masih dapat diperbaiki;
  • membatasi ketidaknyamanan penghunian bagi penghuni gedung ketika terjadi gempa ringan sampai sedang;
  • mempertahankan setiap saat layanan vital dari fungsi gedung.
Standar ini menggunakan acuan dokumen:
  • SNI 03-1726-1989, “Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah Dan Gedung”, Kantor Menteri Negara Pekerjaan Umum, Dit. Bintek, Ditjen Cipta Karya, 3 No. 1997;
  • National Earthquake Hazards Reduction Program (NEHERP) Recommended Provisions for Seismic Regulation for New Buildings and Other Structures, 1997 Edition, Part 1 – Provisions, Part 2 – Commentary; FEMA 302, Feb. 1998
  • Uniform Building Code (UBC), 1997 Edition, Volume 2, Structural Engineering
DAFTAR ISI
PRAKATA
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR

1.
RUANG LINGKUP

2.
ACUAN

3.
ISTILAH DAN NOTASI

3.1.
Istilah
3.2.
Notasi

4.
KETENTUAN UMUM

4.1.
Gempa Rencana dan Kategori Gedung
4.2.
Struktur Gedung Beraturan dan Tidak Beraturan
4.3.
Daktilitas Struktur Gedung dan Pembebanan Gempa Nominal
4.4.
Perencanaan Beban dan Kuat Terfaktor
4.5.
Perencanaan Kapasitas
4.6.
Jenis Tanah dan Perambatan Gelombang Gempa
4.7.
Wilayah Gempa dan Spektrum Respons
4.8.
Pengaruh Gempa Vertikal

5.
PERENCANAAN UMUM STRUKTUR GEDUNG

5.1.
Struktur Atas dan Struktur Bawah
5.2.
Struktur Penahan Beban Gempa
5.3.
Lantai Tingkat Sebagai Diafragma
5.4.
Eksentrisitas Pusat Massa Terhadap Pusat Rotasi Lantai Tingkat
5.5.
Kekakuan Struktur
5.6.
Pembatasan Waktu Getar Alami Fundamental
5.7.
Pengaruh P-Delta
5.8.
Arah Pembebanan Gempa

6.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BERATURAN

6.1.
Beban Gempa Nominal Statik Ekuivalen
6.2.
Waktu Getar Alami Fundamental
6.3.
Analisis Statik Ekuivalen

7.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG TIDAK BERATURAN

7.1.
Ketentuan Untuk Analisis Respons Dinamik
7.2.
Analisis Ragam Spektrum Respons
7.3.
Analisis Respons Dinamik Riwayat Waktu

8.
KINERJA STRUKTUR GEDUNG

8.1.
Kinerja Batas Layan
8.2.
Kinerja Batas Ultimit

9.
PENGARUH GEMPA PADA STRUKTUR BAWAH

9.1.
Pembebanan Gempa dari Struktur Atas
9.2.
Pembebanan Gempa dari Gaya Inersia
9.3.
Pembebanan Gempa dari Tanah Sekelilingnya

10.
PENGARUH GEMPA PADA UNSUR SEKUNDER, UNSUR ARSITEKTUR DAN INSTALASI MESIN DAN LISTRIK

10.1.
Ruang Lingkup Pengamanan
10.2.
Tambatan
10.3.
Hubungan Antar-Unsur
10.4.
Pemutusan Otomatis Operasi Mesin dan Alat
10.5.
Pengaruh Gempa Rencana

LAMPIRAN A : PENJELASAN

A.1.
Ruang Lingkup
A.3.
Istilah Dan Notasi
A.4.
Ketentuan Umum
A.5.
Perencanaan Umum Struktur Gedung
A.6.
Perencanaan Struktur Gedung Beraturan
A.7.
Perencanaan Struktur Gedung Tidak Beraturan
A.8.
Kinerja Struktur Gedung
A.9.
Pengaruh Gempa pada Struktur Bawah
A.10.
Pengaruh Gempa pada Unsur Sekunder, Unsur Arsitektur dan Instalasi Mesin dan Listrik

LAMPIRAN B :

B.1.
Perencanaan Beban Dan Kuat Terfaktor Untuk Fondasi
B.2.
Penjelasan Perencanaan Beban Dan Kuat Terfaktor Untuk Fondasi

16 Juni 2012

Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung [SNI 03-1729-2002]

Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung [SNI 03-1729-2002] | Tim Penyusun | Departemen Pekerjaan Umum | 2002 | Bahasa Indonesia | 215 h | pdf | 2.22 MB | Tujuan tata cara ini adalah untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman, dan ekonomis. Standar ini meliputi persyaratan-persyaratan umum serta ketentuan-ketentuan teknis perencanaan dan pelaksanaan struktur baja untuk bangunan gedung, atau struktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur gedung.
Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung [SNI 03-1729-2002]
Judul Buku
:
Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung [SNI 03-1729-2002]
Penulis
:
Tim Penyusun
Penerbit
:
Departemen Pekerjaan Umum
Tahun
:
2002
Bahasa
:
Bahasa Indonesia
Halaman
:
215 h
Format File
:
pdf
Ukuran File
:
2.22 MB
Maksud Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung ini adalah sebagai acuan bagi para perencana dan pelaksana dalam melakukan pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan struktur baja.
Tujuan tata cara ini adalah untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman, dan ekonomis.
Standar ini meliputi persyaratan-persyaratan umum serta ketentuan-ketentuan teknis perencanaan dan pelaksanaan struktur baja untuk bangunan gedung, atau struktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur gedung.
Tata cara ini mencakup:
  1. ketentuan-ketentuan minimum untuk merencanakan, fabrikasi, mendirikan bangunan, dan modifikasi atau renovasi pekerjaan struktur baja, sesuai dengan metode perencanaan keadaan batas;
  2. perencanaan struktur bangunan gedung atau struktur lainnya, termasuk keran yang terbuat dari baja;
  3. struktur dan material bangunan berikut :
    1. komponen struktur baja, dengan tebal lebih dari 3 mm;
    2. tegangan leleh ( fy ) komponen struktur kurang dari 450 MPa;
Komponen struktur canai dingin harus direncanakan sesuai dengan ketentuan lain yang berlaku. Bangunan-bangunan yang tidak dicakup dalam 1, 2, dan 3 di atas direncanakan dengan ketentuan lain yang berlaku.
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL

1.
MAKSUD DAN TUJUAN

1.1.
Maksud
1.2.
Tujuan

2.
RUANG LINGKUP DAN UMUM

3.
ACUAN DAN PERSYARATAN-PERSYARATAN

3.1.
Standar Nasional Indonesia
3.2.
Persyaratan-persyaratan

4.
PENGERTIAN

4.1.
Penggunaan material atau metode alternatif
4.2.
Perencanaan

5.
MATERIAL

5.1.
Sifat mekanis baja
5.2.
Baja struktural
5.3.
Alat sambung

6.
PERSYARATAN UMUM PERENCANAAN

6.1.
Ketentuan umum
6.2.
Beban-beban dan aksi lainnya
6.3.
Keadaan kekuatan batas
6.4.
Keadaan kemampuan-layan batas
6.5.
Keadaan kekuatan dan kemampuan-layan batas dengan percobaan beban
6.6.
Kebakaran
6.7.
Gempa
6.8.
Persyaratan perencanaan lainnya

7.
BEBERAPA METODE DALAM ANALISIS STRUKTUR

7.1.
Beberapa metode dalam penentuan gaya-dalam
7.2.
Bentuk-bentuk struktur pada analisis struktur
7.3.
Anggapan dalam analisis
7.4.
Analisis elastis
7.5.
Analisis plastis
7.6.
Analisis tekuk komponen struktur

8.
KOMPONEN STRUKTUR LENTUR

8.1.
Perencanaan untuk lentur
8.2.
Kuat nominal lentur penampang dengan pengaruh tekuk lokal
8.3.
Kuat lentur nominal penampang dengan pengaruh tekuk lateral
8.4.
Kuat lentur nominal balok pelat berdinding penuh
8.5.
Kasus-kasus lain
8.6.
Pelat badan
8.7.
Perencanaan pelat badan
8.8.
Kuat geser pelat badan
8.9.
Interaksi geser dan lentur
8.10.
Gaya tekan tumpu
8.11.
Perencanaan pengaku penumpu beban
8.12.
Perencanaan pengaku vertikal
8.13.
Perencanaan pengaku memanjang
8.14.
Daerah panel
8.15.
Pengekang lateral

9.
KOMPONEN STRUKTUR TEKAN

9.1.
Perencanaan akibat gaya tekan
9.2.
Kuat tekan rencana akibat tekuk lentur-torsi
9.3.
Komponen struktur tersusun prismatis dengan elemen yang dihubungkan oleh pelat melintang dan memikul gaya sentris
9.4.
Komponen struktur tersusun prismatis dengan elemen yang dihubungkan oleh unsur diagonal dan memikul gaya sentris
9.5.
Komponen struktur tersusun yang tidak mempunyai sumbu bahan
9.6.
Komponen struktur tersusun yang jarak antaranya sama dengan tebal pelat kopel
9.7.
Komponen struktur tak-prismatis dengan gaya tekan sentris
9.8.
Komponen struktur tekan pada struktur rangka batang bidang
9.9.
Kolom pada bangunan portal

10.
KOMPONEN STRUKTUR YANG MENGALAMI GAYA TARIK AKSIAL

10.1.
Kuat tarik rencana
10.2.
Penampang efektif
10.3.
Komponen struktur tersusun dari dua buah profil atau lebih
10.4.
Komponen struktur tarik dengan sambungan pen

11.
KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT

11.1.
Umum
11.2.
Gaya dan momen terfaktor
11.3.
Komponen struktur dengan penampang simetris yang mengalami momen lentur dan gaya aksial
11.4.
Komponen struktur dengan penampang tak-simetris, dan komponen struktur yang mengalami pembebanan torsi dan kombinasi

12.
KETENTUAN PERENCANAAN TAHAN GEMPA UNTUK STRUKTUR BANGUNAN BAJA

12.1.
Ruang lingkup
12.2.
Prinsip-prinsip dasar perencanaan
12.3.
Komponen struktur tekan
12.4.
Komponen struktur lentur
12.5.
Kombinasi tekan dan lentur
12.6.
Penghubung geser
12.7.
Kasus khusus

13.
SAMBUNGAN

13.1.
Umum
13.2.
Perencanaan baut
13.3.
Kelompok baut
13.4.
Tata letak baut
13.5.
Las
13.6.
Kelompok las

14.
KETAHANAN API

14.1.
Umum
14.2.
Beberapa definisi
14.3.
Penentuan periode kelayakan struktural
14.4.
Variasi sifat-sifat mekanis baja terhadap temperatur
14.5.
Penentuan temperatur batas baja
14.6.
Penentuan waktu tercapainya temperatur batas untuk komponen struktur yang terlindung
14.7.
Penentuan waktu tercapainya temperatur batas untuk komponen struktur yang tak-terlindung
14.8.
Penentuan Periode Kelayakan Struktural (PKS) dari suatu pengujian tunggal
14.9.
Kondisi terekspos api tiga-sisi
14.10.
Pertimbangan-pertimbangan khusus

15.
KETENTUAN PERENCANAAN TAHAN GEMPA UNTUK STRUKTUR BANGUNAN BAJA

15.1.
Ketentuan umum
15.2.
Parameter beban gempa
15.3.
Beban, kombinasi beban, dan kuat nominal
15.4.
Simpangan antar lantai
15.5.
Bahan
15.6.
Persyaratan kolom
15.7.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK)
15.8.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Terbatas (SRPMT)
15.9.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Biasa (SRPMB)
15.10.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Batang Pemikul Momen Khusus (SRBPMK)
15.11.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Bresing Konsentrik Khusus (SRBKK)
15.12.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Bresing Konsentrik Biasa (SRBKB)
15.13.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Bresing Eksentrik (SRBE)

16.
PENGGAMBARAN

16.1.
Aturan penggambaran
16.2.
Informasi yang harus ditunjukan pada gambar
16.3.
Penggambaran balok badan terbuka

17.
PABRIKASI

17.1.
Umum
17.2.
Material
17.3.
Prosedur pabrikasi
17.4.
Toleransi

18.
MENDIRIKAN BANGUNAN

18.1.
Umum
18.2.
Prosedur mendirikan bangunan
18.3.
Toleransi
18.4.
Pemeriksaan terhadap sambungan baut
18.5.
Grouting pada tumpuan

19.
PERUBAHAN STRUKTUR YANG SUDAH ADA

19.1.
Umum
19.2.
Material
19.3.
Pembersihan
19.4.
Pengaturan khusus

20.
PENGUJIAN STRUKTUR ATAU KOMPONEN STRUKTUR

20.1.
Umum
20.2.
Definisi
20.3.
Persyaratan pengujian
20.4.
Pengujian pembuktian
20.5.
Pengujian prototipe
20.6.
Laporan pengujian

LAMPIRAN A DAFTAR NOTASI

Ads-Banner Side

10 Artikel Populer Minggu Ini :

Ads-Banner Side-2

 

Ads-Banner Footer